Rabu, 01 April 2020

Virus Corona/COVID-19 Di INDONESIA

Blog ini saya buat untuk mengerjakan tugas kbm Online mapel fisika

sebelum kita bahas lebih lanjut, saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu.
nama saya Ardi Kurniawan, seorang pelajar yang masih mengunyah bangku pendidikan di SMA PLUS PGRI CIBINONG. Tepatnya di kelas X IPA U 2.


PENGERTIAN VIRUS CORONA/COVID-19

             Berapa Lama Virus Corona Dapat Hidup dan Bertahan di Permukaan ... 



Koronavirus atau coronavirus (istilah populernya: virus korona, virus corona, atau virus Corona) adalah sekumpulan virus dari subfamili Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales. Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Pada manusia, koronavirus menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk penyakit seperti SARS, MERS, dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan.
Belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengobati infeksi koronavirus pada manusia. 






BERIKUT ADALAH DATA KASUS COVID-19 DI INDONESIA:

Data terbaru ini disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, lewat siaran langsung akun YouTube BNPB Indonesia, Rabu (1/4/2020) sore.

Total jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia pada hari ini menjadi 1.677 orang. Total jumlah kasus positif COVID-19 yang sudah sembuh menjadi 103 orang. total jumlah kasus positif COVID-19 yang berakhir dengan kematian menjadi 157 orang. Dengan demikian, tingkat kematian (case fatality rate/CFR) positif COVID-19 di Indonesia menjadi 9,36 persen. Sehari sebelumnya, Selasa (31/3), CFR sebesar 8,9 persen. 



BERIKUT ADALAH STANDART ALAT APD YANG DI GUNAKAN OLEH TENAGA MEDIS MENURUT WHO (WORLD HEALTH ORGANIZATION) :

Baju Pelindung

Dalam situsnya, WHO memberi syarat baju pelindung harus tahan terhadap penetrasi darah, cairan tubuh, atau terhadap patogen yang ditularkan melalui darah. Sedangkan celemek disarankan tahan air dan sekali pakai. 


Hal senada juga diungkap CDC, agar petugas tidak tertular Covid-19 adalah gaun yang dapat menangkal mikroorganisme. Bahan yang digunakan bisa mencegah kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, dan atau bahan-bahan yang berpotensi menularkan Covid-19. 

CDC menyarankan penggunaan pelindung tubuh berlapis agar dapat membungkus seluruh tubuh, termasuk bagian belakang agar ketika berjongkok atau duduk.


Terdapat pula tata cara memakai dan melepas APD. Hal utama yang direkomendasikan CDC bagi Penyedia Perawatan Kesehatan (HCP) adalah membersihkan tangan sebelum dan setelah menggunakan APD. 


Kebersihan tangan harus dilakukan dengan menggunakan pembersih tangan yang mengandung 60-95 persen alkohol atau mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.  

Cuci tangan dengan sabun dan air harus dilakukan sebelum menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.


Di sisi lain, CDC menilai baju medis adalah alternatif yang dapat digunakan ketika gaun medis tidak tersedia saat akan merawat dan mengangkut pasien positif Covid-19. CDC menyebut tidak ada studi klinis yang dilakukan untuk membandingkan gaun dan baju.

Kedunya disebut telah digunakan secara efektif oleh petugas kesehatan dalam pengaturan klinis selama perawatan pasien, seperti dikutip dari situs CDC.


Sarung tangan

CDC menyarankan petugas medis menggunakan sarung tangan medis sekali pakai untuk merawat pasien yang diduga atau terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara WHO merekomendasikan agar menggunakan sarung tangan ganda bagi petugas medis.

Spesifikasi standar, yakni sarung tangan nitril, sarung tangan karet, dan sarung tangan polikloroprena. Ketiga jenis itu dinilai lebih baik dari sarung tangan vinil.

Namun, WHO menyarankan sarung tangan berbahan nitril ketimbang latek. Selain ramah lingkungan, bahan nitril disebut tahan kimia, disinfektan, atau klorin. Jika tak ada sarung tangan nitril, WHO mempersilakan petugas medis menggunakan sarung tangan latek namun tanpa bubuk putih di dalamnya.

Persyaratan panjang untuk sarung tangan merawat pasien harus minimal 220mm-230mm tergantung pada ukuran sarung tangan dan jenis bahan.

Dalam panduannya, CDC tidak merekomendasikan sarung tangan ganda. CDC juga mengatakan sarung tangan panjang tidak diperlukan.


Masker

WHO meminta petugas kesehatan mengenakan masker medis atau bedah yang tahan cairan dengan desain terstruktur.

Selanjutnya, WHO mewajibkan petugas kesehatan menggunakan respirator partikulat tahan cairan saat merawat pasien Covid-19 selama prosedur yang menghasilkan aerosol cairan tubuh. Sebab, menurut WHO tidak semua respirator partikulat N95 tahan fluida. Hanya respirator N95 yang diberi label 'surgical N95 respirator' yang telah diuji ketahanannya terhadap cairan.


CDC menyebut jika N95 bedah tidak tersedia, maka respirator N95 yang pernah dipakai dapat digunakan untuk membantu menangkal tetesan darah dan cairan tubuh pasien masuk ke dalam hidung atau mulut petugas medis.


Sepatu

Rekomendasi selanjutnya, WHO meminta semua petugas kesehatan harus mengenakan sepatu tahan berbahan karet. Selain memberi perlindungan ketika lantai basah, sepatu tahan air dapat melindungi dari cedera benda tajam di ruang perawatan atau operasi.

Penutup kepala

WHO juga merekomendasikan semua petugas kesehatan mengenakan penutup kepala yang menutupi kepala dan leher. Namun, WHO mengingatkan penutup kepala disarankan terpisah dari gaun atau baju pelindung sehingga dapat dilepas secara terpisah.




Masyarakat dapat mendukung pemerintah dengan cara : 

- Jaga jarak fisik atau physical distancing
- Kerja dari rumah (WFH)
- Belajar di rumah
- Beribadah dari rumah.




Ketersediaan APD di INDONESIA :

Di indonesia sendiri stock APD masih sangat kurang. namun, di kutip dari liputan6.com

Pemerintah Janji Penuhi Ketersediaan APD untuk Tim Medis Penanggulangan Corona



Liputan6.com, Jakarta Juru bicara pemerintah untuk penanganan kasus Covid-19, Achmad Yurianto, menegaskan komitmen negara untuk terus memenuhi kekurangan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis. Menurutnya, APD adalah barang penting yang saat ini sangat dibutuhkan.
"Dalam menyiapkan itu tentu APD sudah tentu menjadi penting, kita akan berusaha sepenuhnya memenuhi melengkapi ini," yakin Yuri di Graha BNPB Jakarta, Sabtu (28/3/2020).

Namun demikian, menurut Yuri, saat ini pemerintah tengah memetakan rumah sakit dan tempat pelayanan medis mana saja yang akan dipenuhi ketersediaan APD secara nasional. Menurut Yuri, hal itu sangat penting untuk menjadi pertimbangan pemenuhan APD saat ini.
"Ada SOP standar siapa yang perlu dan belum perlu, itu menjadi penting," jelas Yuri.
Sebelumnya, terkait ketersediaan APD, secara nasional pemerintah telah mendistribusikan APD ke hampir seluruh provinsi di Indonesia. Jumlahnya, tergantung tingkat kebutuhan di tiap provinsi. Tim gugus tugas percepatan penanganan Corona sudah memetakan di tiap provinsi dan pendistribusian sudah dilakukan.

Siapkan 170 Ribu Stok APD

Dijelaskan sebelumnya oleh Kol. Inf Aditya Nindra Pasha - Paban IV/Operasi Dalam Negeri, Staf Operasi TNI dalam tugas penanganan percepatan Covid-19, mengatakan pemerintah sudah menyiapkan 170 ribu stok alat pelindung diri (APD) secara nasional.
"Stok APD yang ada di gudang gugus tugas sebanyak 170 ribu di Lanud Halim Perdana Kusuma dan kami telah distribusikan sebanyak 151 ribu APD ke tiap wilayah provinsi," kata Aditya di Kantor BNPB Jakarta, Jumat 27 Maret 2020.
Karenanya, stok cadangan nasional hingga data pagi ini tercatat masih ada hingga 19 ribu APD. Aditnya melanjutkan stok sisa nasional akan dikirimkan berdasarkan wilayah per provinsi yang membutuhkan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar